Lewati ke isi utama
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar

Berita

Revitalisasi Kurikulum Pendidikan Seni Rupa FKIP Unismuh: Wujudkan Ekosistem Akademik Adaptif dan Berdampak Sosial

Diterbitkan 10 September 2026
AkademikP. Seni Rupa

MAKASSAR — Merespons dinamika disrupsi global dan tuntutan paradigma pendidikan abad 21, Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menegaskan komitmen institusionalnya. Hal ini diwujudkan melalui langkah strategis "Revitalisasi Kurikulum" yang mengusung tema sentral: “Membangun Ekosistem Pendidikan Seni Rupa yang Kolaboratif, Mandiri, dan Berdampak Sosial.”

Restrukturisasi kurikulum ini tidak sekadar dimaknai sebagai pembaharuan dokumen administratif, melainkan sebuah rekonstruksi epistemologis. Langkah ini menjadi momentum krusial bagi prodi untuk mengevaluasi, menyelaraskan, dan memperkuat substansi akademik agar semakin responsif terhadap eskalasi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS), serta tuntutan riil masyarakat dan dunia profesional di masa depan.

Penerapan pendekatan partisipatif dalam revitalisasi ini melibatkan sinergi komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Proses perumusan turut mengundang pakar pendidikan, dosen, mahasiswa, jejaring alumni, praktisi seni, hingga mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Keterlibatan lintas sektoral ini ditujukan untuk menjaring dialektika kritis dan masukan konstruktif, sehingga kurikulum yang direkonstruksi memiliki tingkat relevansi dan presisi yang tinggi terhadap proyeksi kebutuhan sosiokultural dan industri kreatif.

Secara paradigmatik, arah pengembangan kurikulum ini berorientasi kuat pada Outcome-Based Education (OBE). Melalui pendekatan luaran ini, praksis pembelajaran tidak lagi terhenti pada transfer pengetahuan (knowledge) dan keterampilan teknis (hard skills) semata, melainkan tereskalasi pada pembentukan kompetensi holistik. Mahasiswa didorong untuk menguasai kecakapan komprehensif yang mencakup pemikiran kritis, inovasi kreativitas, kolaborasi lintas disiplin, ketangguhan adaptasi, spirit kewirausahaan (art-preneurship), hingga kematangan empati sosial dalam setiap karya yang diciptakan.

Keterbukaan institusi terhadap masukan alumni dan mitra pengguna lulusan (users) mempertegas posisi Prodi Pendidikan Seni Rupa sebagai ruang akademik yang inklusif dan kolaboratif. Rekam jejak empiris serta pengalaman alumni di dunia kerja diposisikan sebagai variabel primer dalam mendesain Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang kontekstual dengan realitas profesi masa kini.

"Kurikulum bukanlah sekadar dokumen akademik yang statis, melainkan sebuah peta jalan (roadmap) dinamis untuk menyiapkan generasi perupa dan pendidik seni yang mampu membaca arah perubahan, mengapitalisasi peluang, serta menorehkan dampak transformatif bagi masyarakat," tegas perwakilan pimpinan prodi dalam agenda tersebut.

Dengan semangat sinergi intelektual ini, Prodi Pendidikan Seni Rupa FKIP Unismuh Makassar optimis dapat melahirkan kurikulum yang adaptif, berdaya saing global, dan secara konsisten berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia berkarakter mulia sesuai marwah Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kembali ke daftar berita