Gerakan sosial-kemanusiaan berbasis pendidikan kembali membuahkan hasil nyata. Melalui semangat Empowering Minds into Humanity dan nilai ta’awun (saling menolong), program FKIP PEDULI Unismuh Makassar berhasil mengantarkan tiga alumni MA Pesantren Darul Fallaah Bissoloro menyelesaikan studi sarjana dan resmi mengikuti yudisium di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar.
Ketiga alumni pesantren yang berhasil meraih gelar S.Pd. tersebut adalah:
- Rahul H. Nyonri, S.Pd. (Lahir: Pannyambeang, 11 Maret 2002) — Lulusan Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).
- Nurinayah, S.Pd. (Lahir: Masago, 13 Mei 2004) — Alumni MA Darul Fallaah tahun 2022, Lulusan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD).
- Herlina, S.Pd. (Lahir: 30 Juli 2004) — Lulusan Program Studi Pendidikan Matematika.
Sinergi Akademik dan Nilai Kemanusiaan
Direktur Pascasarjana Unismuh Makassar yang juga Dekan FKIP Unismuh periode 2018–2025, Prof. Erwin Akib, M.Pd., Ph.D., menegaskan bahwa FKIP PEDULI hadir untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak memadamkan asa generasi muda dalam menempuh pendidikan.
“Pendidikan bukan hanya tentang bagaimana mahasiswa menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu yang mereka dapatkan mampu membentuk pribadi yang peduli, memiliki kepekaan sosial, dan bersedia memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Prof. Erwin.
Dukungan nyata ini juga mendapat penguatan dari Dekan FKIP Dr. Baharullah, M.Pd. dan Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unismuh, Prof. Dr. Eny Syatriana, M.Pd. Menurutnya, beasiswa ini membawa pesan moral bahwa para mahasiswa tidak berjuang sendirian.
Apresiasi dan Harapan Masa Depan
Keberhasilan tiga alumni ini disambut hangat oleh Direktur Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro, Dr. Dahlan Lama Bawa, M.Ag. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan FKIP, para donatur, dan tim FKIP PEDULI.
Ia berharap para lulusan baru ini dapat membawa ilmu yang diperoleh untuk membina masyarakat. Dari Bissoloro mereka menimba ilmu, dan kini saatnya mereka kembali ke tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi serta penerus mata rantai kebaikan.
TIM Media








