MAKASSAR — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga pendidik yang unggul dan berkarakter. Melalui Program Pengenalan Lapangan Persekolahan Dasar (PLP Dasar), mahasiswa FKIP Unismuh diterjunkan langsung ke sekolah mitra untuk mengenali kultur, tata kelola, hingga dinamika kehidupan sekolah sejak dini.
PLP Dasar bukan sekadar kunjungan lapangan biasa. Program wajib berbobot dua SKS yang diikuti mahasiswa semester tiga ini dirancang dengan pendekatan early exposure (pengenalan awal). Melalui pendekatan ini, mahasiswa diajak menjembatani teori yang didapat di ruang kuliah dengan realitas objektif di satuan pendidikan.
Dekan FKIP Unismuh Makassar Dr. H. Baharullah, M.Pd. menegaskan pentingnya program ini sebagai pijakan awal pembentukan mentalitas pendidik “Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan pemahaman mendalam mengenai ekosistem sekolah sebelum mereka benar-benar berdiri mengajar di depan kelas.”)
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan FKIP Unismuh Dr. Andi Husniati, M.Pd. turut memberikan arahan serta penekanan pada aspek kedisiplinan dan integrasi kompetensi. Wakil Dekan mengingatkan bahwa seorang guru profesional dibentuk melalui kesadaran atas peran sosial, kepemimpinan, dan etika profesi yang harus ditunjukkan sejak menjadi mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Pengelola PLP FKIP Unismuh Prof. Dr. Eny Syatriana, M.Pd. menjelaskan bahwa program ini dirancang secara terstruktur dengan sistem hybrid dan kerangka kerja blok selama 16 hari. “Dari total 16 hari, 4 hari difokuskan untuk pembekalan, orientasi, dan evaluasi berbasis kampus, sementara 12 hari penuh mahasiswa berada di sekolah mitra untuk melakukan observasi intensif selama total 68 jam,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, PLP Dasar berlandaskan pada dua pilar utama, yaitu pembentukan jati diri pendidik dan penguatan kompetensi akademik. Selama di sekolah, mahasiswa bertindak sebagai observer murni. Mereka membedah tujuh objek utama persekolahan, mulai dari profil dan struktur organisasi, manajemen sekolah, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), tata tertib, kultur sekolah, kegiatan seremonial, hingga aktivitas intrakurikuler dan ekstrakurikuler.
Secara normatif, pelaksanaan program ini merujuk pada Permendiktisaintek No. 10 Tahun 2026 (Perubahan atas Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025) tentang Guru dan Dosen, serta Standar Pendidikan Guru dalam Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2017.
Dengan sistem evaluasi yang komprehensif—meliputi penyusunan laporan berbasis jurnal refleksi (60%), ujian lisan bersama dosen pembimbing (30%), serta kehadiran dan kedisiplinan (10%)—PLP Dasar menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa FKIP Unismuh. Observasi mendalam hari ini diyakini akan menjadi cetak biru sukses bagi ruang-ruang kelas yang akan mereka pimpin di masa depan.
Tim Media FKIP







