MAKASSAR – Dunia pendidikan kini tengah menghadapi pergeseran paradigma yang radikal seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Menanggapi tantangan tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar International Guest Lecture bertajuk “The Transformation of Literacy Culture in The Digital Era” pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Mini Hall Lt. 1 FKIP ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Program Panrita Unismuh Makassar dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Bukan Sekadar Baca-Tulis: Memahami Literasi Multidimensional
Dalam paparan utamanya, Prof. Dr. Eny Syatriana, M.Pd., selaku narasumber, menekankan bahwa literasi tradisional yang hanya berfokus pada teks cetak kini telah usang. Di era digital, literasi telah berkembang menjadi konsep multidimensional yang mencakup literasi informasi, media, hingga keterampilan berpikir kritis.+1
“Peserta didik saat ini bukan lagi konsumen pasif. Mereka adalah produsen informasi yang aktif mengakses, mengevaluasi, dan membagikan konten melalui berbagai platform digital,” ujar Prof. Eny. Pergeseran ini mengubah budaya literasi dari praktik berbasis teks menjadi praktik multimodal yang melibatkan video, gambar, dan kolaborasi digital.+1
Navigasi di Tengah Ledakan Informasi
Meskipun teknologi menawarkan peluang besar, Prof. Eny mengingatkan adanya ancaman nyata seperti:
- Ledakan Informasi & Disinformasi: Maraknya hoaks yang dapat menghambat praktik literasi yang bermakna.
- Ketimpangan Akses: Masalah infrastruktur yang menghalangi kesetaraan belajar.
Oleh karena itu, peran pendidik kini bertransformasi menjadi fasilitator dan navigator yang membimbing siswa menilai kredibilitas informasi secara etis.+1
7 Langkah Strategis Menuju Institusi Literat
Untuk membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, Prof. Eny merumuskan tujuh strategi kunci bagi lembaga pendidikan:
- Roadmap Institusional: Menyusun kebijakan literasi yang terintegrasi dengan visi lembaga.
- Integrasi Kurikulum: Menjadikan literasi sebagai inti pembelajaran, bukan sekadar tambahan.
- Kapasitas Pendidik: Penguatan kompetensi melalui workshop etika digital dan komunitas praktik.
- Infrastruktur Inklusif: Penyediaan LMS dan perpustakaan digital yang ramah disabilitas.
- Etika & Kritis: Menanamkan kemampuan deteksi hoaks dan keamanan data.
- Kolaborasi Stakeholder: Melibatkan orang tua, industri, dan pusat teknologi.
- Monitoring Berkala: Melakukan asesmen literasi kritis secara berkelanjutan.
Sinergi Lintas Negara
Acara bergengsi ini turut menghadirkan Dr. Hafizah Binti Zulkipli dari UTHM Malaysia sebagai pembicara, serta dibuka dengan sambutan hangat dari Dekan FKIP Unismuh, Dr. H. Baharullah, M.Pd. Diskusi berlangsung interaktif di bawah panduan moderator Dr. Andi Husniati, M.Pd. yang merupakan Wakil Dekan 1 FKIP Unismuh.
Melalui Guest Lecture ini, Unismuh Makassar kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga reflektif dan bertanggung jawab di ruang digital.
TiM Media








